Selasa, 15 April 2014

TEH CAP TIGA ANAK

Cerita tentang perburuan teh akan aku mulai dengan Teh Cap Tiga Anak. Oke, sedikit cerita saja, Teh Cap Tiga Anak merupakan salah satu teh yang melatarbelakangi “kegilaan” ini. Betapa tidak, obsesi mengoleksi teh justru datang kurang lebih dua bulan sejak terakhir aku melihat teh ini di pasaran, hampir satu tahun yang lalu. Konyolnya, si teh yang semula mondar-mandir di pasar-pasar dan warung-warung kecil dekat rumah ini tiba-tiba hilang, lenyap dari pasaran. Nyaris punah (di area Wonosobo) mungkin lebih tepatnya. Alhasil pencarian selama kurang lebih setahun ini sebenarnya adalah untuk mencari “harta karun yang hilang” ini. Cukup sulit untuk mencari teh satu ini. Pencarian di internet pun kebanyakan merujuk pada salah satu merk minyak telon bayi, bukan pada merk teh. Ah, nyaris putus asa. Antara gregetan dan uring-uringan rasanya, mengingat sebelumnya si teh begitu gampang ditemukan.
Dan akhirnya, voilaa... si teh ini untungnya masih bercokol dengan manisnya di salah satu pasar tradisional di ujung timur Kabupaten Wonosobo. Apa sebenarnya yang spesial dengan teh ini? Mari kita “bedah” lebih lanjut.. J
Teh Cap Tiga Anak mempunyai desain yang menarik. Gambar utamanya adalah tiga orang anak kecil, dengan pakaian tradisional jaman doeloe kala, sedang bermain entah apa (gendong-gendongan mungkin ya.. :P). Yang membuatnya unik, teh ini adalah sedikit dari teh wangi merk lokal yang menampilkan gambar bertema “dolanan” (mainan tradisional) Jawa sebagai desain produknya. Didominasi dengan warna orange-putih, teh ini cukup eye catching dan tampak berbeda dengan teh-teh wangi pada umumnya. Aroma melati dari teh ini tidak begitu tajam, jadi disarankan bagi penikmat teh yang kurang menyukai wangi melati. Secara kualitas sepertinya cukup bagus, teh ini terdiri dari daun-daun yang utuh dengan sedikit remahan yang hancur.
Teh Cap Tiga Anak diproduksi oleh Perusahaan Teh Beng Tjiang Tjan Sugiwaras 4/2 Pekalongan. Setahuku daerah pemasarannya sekitar Jawa Tengah selatan bagian timur (Wonosobo, Purworejo dan sekitarnya). Harga ecerannya sekitar Rp 2000 per kemasan 40 gram. Menilik desain kemasannya, sepertinya teh satu ini sudah melalui masa produksi yang cukup lama. Permainan tradisional entah apa yang digambarkan sedang dimainkan oleh ketiga anak tersebut semoga bisa menjadi salah satu penambah wawasan generasi masa kini tentang kekayaan budaya yang kita miliki. Lain kali akan aku ceritakan teh lain yang juga mengusung tema tentang permainan tradisional, yaitu Teh Bandulan. Tunggu ya.. :)

Rabu, 22 Januari 2014

IT'S ABOUT TEALICIOUS

Sebut itu TEALICIOUS, kegilaan tiba-tiba pada teh yang tiada dapat terencana. Gejala ringan mulai dari gatal-gatal tak tahan, jantung berdebar tak beraturan saat melihat teh asing, hingga sanggup melakukan hal di luar nalar pada stadium akut.
Penanganan mudah, cukup sediakan akses mudah guna menuruti rasa penasaran, suplemen dari teh-teh asing luar kota, dan voilaa....'penyakit' itu akan mereda dengan sendirinya. Tapi tentunya tidak menjamin tidak akan kambuh lagi pada waktu yang sama sekali tidak bisa diprediksi.
Dan saya, adalah salah satu 'pengidap'nya. ;-)


Rabu, 05 Juni 2013

Fisiologi Cinta




Jatuh cinta... Hmm..siapa juga yang tidak tau sensasi asam manis satu itu. Tapi taukah kamu apa yang terjadi dengan tubuh kita sebenarnya ketika kita jatuh cinta? Lets check it!!

Otak kita bekerja bagaikan komputer yang menyajikan sejumlah data dan mencocokkannya dengan sejumlah data yang pernah terekam sebelumnya. Ia mencari apa yang membuat pesona itu muncul ketika kita melihat si “dia”.

Kemudian munculah hormon Phenylethylamine (PEA) yang diproduksi otak. Inilah sebabnya ketika terkesan oleh seseorang, secara otomatis senyum pun tersungging di bibir. Secara spontan, pabrik PEA pun aktif bekerja. Hormon Dopamine dan Norepinephrine yang terdapat dalam darah manusia pun ikut bereaksi. Itu yang menyebabkan jantung berdegup kencang, sebab Dopamine dan Norepinephrine memproduksi adrenalin atau hormon ketegangan.

     Selain hal tersebut diatas ada hal lain yang mempengaruhinya. Feromon merupakan suatu substansi kimia yang disekresikan oleh kelenjar endokrin dan digunakan oleh mahluk hidup untuk mengenali sesama jenis, individu lain, kelompok, dan untuk membantu proses reproduksi. Senyawa feromon pada manusia terutama dihasilkan oleh kalenjar endokrin pada ketiak, wajah (pada telinga, hidung, dan mulut), kulit, dan kemaluan dan akan aktif apabila yang bersangkutan telah cukup umur (baligh).

Jadi itulah yang membuat kita dag dig dug saat melihatnya. Sudah cukup jelas bukan?